Kepemimpinan Visioner Dalam Organisasi Pemerintahan



LATAR BELAKANG

Fungsi pemerintah adalah memberikan pelayanan yang prima kepada warga masyarakatnya. Sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi yang menyatakan bahwa fungsi pemerintah adalah melindungi segenap warga negara, meningkatkan kesejahteraan dan mencerdasakan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan prima.

Pada era otonomi daerah ini telah banyak mengalami pergeseran paradigma, situasi dan kondisi dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan layanan masyarakat.

Kondisi masyarakat saat ini telah berkembang sangat dinamis, dan kesadaran masyarakat akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara juga meningkat. Masyarakat semakin berani untuk mengajukan tuntutan dan aspirasinya kepada pemerintah.

Pada posisi yang demikian, peranan pemerintah menjadi sangat strategis dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang dinamis, aman dan sejahtera. Birokrasi dituntut untuk berubah, menjadi lebih kompeten dan profesional dalam melaksanakan tugas, fungsi dan kewajibannya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Mewujudkan performa birokrasi yang seperti itu membutuhkan kepemimpinan birokrasi yang visioner.

TINJAUAN KEPEMIMPINAN VISIONER

Kepemimpinan merupakan bagian penting dari manajemen yaitu merencanakan dan mengorganisasi, tetapi peran utama kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini merupakan bukti bahwa pemimpin boleh jadi manajer yang lemah apabila perencanaannya jelek yang menyebabkan kelompok berjalan ke arah yang salah. Akibatnya walaupun dapat menggerakkan tim kerja, namun mereka tidak berjalan kearah pencapaian tujuan organisasi. Kepemimpinan berkaitan dengan proses yang mempengaruhi orang sehingga mereka mencapai sasaran dalam keadaan tertentu. Kepemimpinan telah digambarkan sebagai penyelesaian pekerjaan melalui orang atau kelompok dan kinerja manajer akan tergantung pada kemampuannya sebagai manajer. Hal ini berarti mampu mempengaruhi terhadap orang atau kelompok untuk mencapai hasil yang diinginkan dan ditetapkan bersama.

Sebagai peran pemimpin harus memastikan bahwa kekuatan dan mutu kelompok dimanfaatkan sepenuhnya dan mengatasi setiap kelemahan. Manajer sebagai pemimpin harus memperhitungkan empat unsur yaitu: tugas, kelompok, orang, dan lingkungan.

Kelompok

Semua kelompok berbeda, dan setiap kelompok memiliki kepribadiannya sendiri. Kepemimpinan dalam kaitannya dengan kelompok, pemimpin berperan untuk menetapkan tujuan kelompok secara keseluruhan, memastikan bahwa fungsi kelompok terpadu sebagai kesatuan, mengalokasikan pekerjaan dengan cara memanfaatkan kekuatan kelompok dengan sebaikbaiknya dan mewakili kepentingan kelompok, menangani setiap perselisihan yang timbul dan membangun jati diri kelompok kerja.

Orang

Pemimpin harus selalu ingat bahwa setiap orang di dalam kelompok memiliki motivasi dan harapan. Setiap orang harus menyesuaikan diri dengan kelompok kerjanya. Oleh karena itu orang yang tidak melakukan hal itu, maka orang tersebut akan bekerja kurang efektif dan dapat mengganggu kelompok kerja secara keseluruhan. Hal ini mungkin peran yang paling menantang bagi pemimpin adalah mencoba untuk menyatukan kebutuhan-kebutuhan tujuan yang harus dicapai oleh organisasi yang berbeda dan mungkin bertentangan, tujuan kelompok dan tujuan setiap ang-gota kelompok. Apabila ketiganya disatukan akan dapat memberikan kinerja dan kepuasan kerja yang tinggi.

Lingkungan

Cara pekerjaan dan sikap orang terhadap para pemimpin dan organisasi akan dipengaruhi oleh iklim dan budaya organisasi. Organisasi yang berjuang untuk mempertahankan hidup dengan ancaman yang berlebihan akan memiliki suasana yang berbeda dengan organisasi yang memiliki puncak keberhasilan. Beberapa organisasi memiliki gaya lama dan birokratis, sementara yang lain tidak resmi dan menggunakan teknologi mutakhir. Harus diingat bahwa semuanya ini terjadi dalam hubungannya dengan lingkungan. Oleh karena itu yang paling penting adalah manajer yang berperan sebagai pemimpin tersebut harus cukup luwes dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan di dalam lingkungan yang senantiasa berubah dan memastikan bahwa kelompok yang berada di bawah tanggung jawabnya dapat melakukan hal yang sama.

Kepemimpinan Sebagai Sistem Pengaruh

Model sistem pengaruh ini dapat menjelaskan betapa komplek teori kepemimpinan modern, inti kepemimpinan menjadi pengaruh yang meliputi sistem interaksi antara pemimpin, kelompok, dan situasi. Pemimpin mempengaruhi kelompok dan situasi. Kelompok mempengaruhi pemipimpin dan situasi. Demikian juga situasi mempengaruhi pemimpin dan kelompok .

Gaya Kepemimpinan

Kepemimpinan dalam organisasi adalah merupakan suatu proses yang rumit dan vital. Hal ini mungkin merupakan faktor yang benar-benar dapat membedakan antara sejumlah pemimpin yang lebih berhasil, sedangkan yang lainnya gagal di dalam memimpin bisnis. Satu pendekatan awal dalam studi kepemimpinan adalah riset terhadap sifatsifat yang esensiil bagi kepemimpinan yang efektif dan pendekatan berikutnya adalah menekankan pada perilaku pemimpin dari pada sifat-sifat pemimpin. Telah banyak upaya untuk mencoba menjelaskan dan membuat kategori gaya kepemimpinan yang berbeda tetapi semuanya kembali pada mutu setiap orang sebagai pemimpin. Di dalam istilah praktis, siapapun yang menduduki peran pemimpin apakah mereka memiliki atau tidak memiliki perangai yang diinginkan, yang penting adalah dapat mencoba untuk bertindak secara efektif sebagai seorang pemimpin. Gaya kepemimpinan adalah suatu cara pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya.

Kepemimpinan Visioner

Dalam kepemimpinan visioner, visi menjadi bagian penting dalam membangun organisasi, kepemimpinan yang efektif, mempunyai rencana yang matang dan berorientasi penuh pada hasil, mengadopsi visi-visi baru yang menantang dalam menetapkan arah baru organisasi yang lebih baik. Dalam kepemimpinan visioner, pemimpin adalah juru bicara visi, pemimpin adalah agen perubahan bagi visi, dan pemimpin sebagai pelatih bagi visi.

Kepemimpinan visioner = Tujuan bersama + orang-orang yang diberdayakan + perubahan organisasional yang tepat + pemikiran strategis.

KEPEMIMPINAN VISIONER DALAM ORGANISASI PEMERINTAHAN

Berdasarkan latar belakang dan tinjauan kepemimpinan visioner diatas, akan dibahas kepemimpinan visioner dalam organisasi pemerintahan, yang dimulai dengan menempatkan visi organisasi sebagai dasar dalam melaksanakan fungsi dan peranan masing-masing.

Visi pemerintahan adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal – hal yang menjadi tuntutan masyarakat terhadap pelayanan birokrasi pemerintahan adalah :

  1. kejelasan syarat ;
  2. transparansi proses ;
  3. ketepatan waktu penyelesaian ;
  4. transparansi biaya.

Empat hal tersebut berlaku bagi semua jenis pelayanan, baik pelayanan kependudukan, kesehatan, perijinan dan lain sebagainya.

Disinilah peran kepemimpinan visioner memegang peranan yang sangat penting, yaitu :

  • Pemimpin sebagai Juru Bicara Visi ;

Sebagai juru bicara visi menghubungkan visi orang-orang lain dengan cara persuasif yang dapat mempengaruhi mereka untuk mengubah persepsi tentang apa yang penting bagi mereka dan bagi organisasi. Dalam konteks ini pemimpin pemerintahan merumuskan visi yang akan digunakan oleh organisasi,“Mewujudkan Birokrasi yang Kompeten dan Profesional dalam memberikan Pelayanan Prima bagi Masyarakat”. Nilai dalam visi itu yang senantiasa dikembangkan kepada seluruh anggota organisasi agar mereka turut mengubah persepsinya yang semula bersikap apatis terhadap kinerja pelayanan umum menjadi baik.

Fungsi komunikasi menjadi sarana yang efektif dalam mentransformasi informasi dan nilai-nilai visi kepada seluruh anggota maupun secara eksternal kepada pelanggan/masyarakat. Disamping itu pemimpin juga harus membangun jaringan kerjasama yang erat dengan seluruh stakeholder di dalam dan di luar organisasi pemerintahan, baik swasta, LSM, pengusaha dan lain–lain.

  • Pemimpin sebagai Agen Perubahan bagi Visi ;

Tujuan pemimpin sebagai agen perubahan visi adalah menghasilkan keputusan-keputusan investasi dan perubahan-perubahan organisasional lainnya yang diperlukan dalam merealisasikan visi. Keahlian dan kemampuan pemimpin dalam mengelola dan mengarahkan perubahan menjadi sarana yang baik dalam mempengaruhi perilaku orang lain untuk turut dalam perubahan tersebut.

Berpikir strategis, untuk menentukan langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan dalam mewujudkan visi dan perubahan, dengan membuat kebijakan strategis. Selain itu membangun iklim organisasi yang dinamis dan kondusif, sehingga perubahan visi tidak lagi menjadi barang asing tetapi menjadi bagian dalam organisasi.

Contoh dalam implementasinya pada organisasi pemerintahan adalah setelah visi ditentukan diatas, maka langkah-langkah strategis yang harus dilakukan adalah :

  1. mengevaluasi peraturan perundang-undangan yang sekiranya bertentangan dengan prinsip-perinsip pemberian pelayanan yang prima ;
  2. meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan;
  3. membangun terobosan-terobosan dan inovasi yang efektif dan efisien ;
  4. menyusun mekanisme, prosedur dan cara kerja yang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal ;
  5. menyiapkan struktur dan infrastruktur berbasis teknologi informasi;
  6. Sosialisasi kepada masyarakat tentang paradigma baru pelayanan umum;
  • Pemimpin sebagai Pelatih bagi Visi,

Peran pelatihan menekankan hubungan pemimpin dengan para bawahan. Tujuan utama pemimpin sebagai pelatih adalah untuk memberdayakan orang-orang agar bertindak dalam visi yang baru dan untuk membantu mempertahankan komitmen mereka terhadap visi tersebut. Melalui komitmen dan energi positif organisasi akan membangun pencapaian hasil yang maksimal. Menjadikan pekerja sebagai bagian organisasi yang mempunyai peran yang penting sesuai tugas dan fungsi masing-masing sebagai suatu keseluruhan yang saling mempengaruhi dan ketergantungan.

Dalam konteks ini, pemimpin birokrasi pemerintahan diarahkan untuk senantiasa :

  1. mengembangkan situasi yang kondusif dan sehat bagi seluruh anggota ;
  2. menjadikan organisasi pembelajaran yang senantiasa mengedepankan fungsi kerjasama dan diskusi untuk bersama-sama membangun organisasi ;
  3. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada bawahan untuk mengembangkan dirinya masing-masing ;
  4. memberikan ruang secara memadai dalam komunikasi dan berinteraksi, termasuk di dalamnya untuk berkompetisi secara sehat dalam pengembangan karier.

Akhirnya dengan kepemimpinan visioner dalam organisasi pemerintahan diharapkan birokrasi pemerintahan dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Post a Comment

0 Comments